Review pengguna Suzuki XL7

PT Suzuki Indomobil Indonesia Sales (SIS) sudah mengonfirmasikan tentang peluncuran model Crossover ini. Diperkirikan Suzuki XL7 akan menghadirkannya di Indonesia pada tahun 2020.

Di bawah ini, kami sajikan beberapa informasi dasar tentang Suzuki XL7 versi Indonesia, dan bagaimana pendapat para pemilik tentang Kelebihan dan Kekurangan mobil XL7. Kalau Anda sama tertariknya dengan kami pada Suzuki XL7, Anda pasti tidak akan mau melewatkannya!

Informasi tentang Suzuki XL7 2020 di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, XL7 adalah versi XL6 yang bisa memuat 7 penumpang. Dan sesuai namanya, XL7 ini akan hadir dengan konsep 7-seaters. Model tersebut merupakan SUV crossover yang berbasis Suzuki Ertiga. Suzuki sepertinya ingin menembus pasar yang lebih besar lagi ketimbang hanya Low MPV. Maklum, Mitsubishi Xpander sudah mendisrupsi dua kelas ini dengan model kendaraan keluarga berparas SUV.

Mesin mobil Suzuki XL7 diduga kuat akan dipersenjatai dengan K15B yang berkapasitas 1500cc. Dengan kapasitas sebesar itu, mobil ini juga dikabarkan akan membawa teknologi DOHC VVT.

Dari pernyataan itu, bisa diperkirakan kalau harga Suzuki XL7 nanti akan mencapai Rp 200 juta lebih. Ini karena harga LMPV seperti Ertiga dibanderol mulai dari Rp 196 sampai Rp 251,5 juta per unit. Harga tersebut merupakan harga on the road wilayah Jakarta.

Kelebihan Suzuki XL7

Eksterior

Penampilan XL7 2007 kentara sekali perbedaannya dengan model yang digantikannya. Dia tampil beda dengan grille chrome tiga baris dan lampu utama yang wraparound, dan terlihat mirip tipe all-new Edge crossover SUV produksi Ford.

Interior

Bagian interior mobil XL7 diharap dengan ciamik dengan kursi berlapis kain yang nyaman, kokoh, dan stylish, dan bisa juga kursi kulit yang opsional. Kursi depan yang bisa diatur manual ke arah belakang sudah standar, dan kursi pengemudinya yang bisa diatur dengan elektrik juga opsional.

Kalau dipadukan dengan headroom depan yang cukup lega, XL7 bisa diduduki dengan mudah oleh pengemudi dan penumpang di kursi depan yang berpostur tinggi.

Untuk penumpang di baris kedua, kursi yang ada dengan rasio 60/40 itu tidak bisa digeser ke depan dan belakang, tapi punya sandaran punggung yang bisa direbahkan. Walaupun posisinya yang bergaya stadion itu tinggi, baris kedua menyediakan headroom yang lega.

Dengan menambahkan tali pengikat yang praktis, Suzuki mempermudah untuk melipat kursi di baris kedua agar penumpang lebih mudah keluar dari baris ketiga.

Fitur

Fitur-fitur opsional yang disediakan antara lain power sunroof dan sistem navigasi. Sistem entertainment DVD di bagian belakang yang dilengkapi dua pasang headphone wireless juga opsional, tapi tidak tersedia di XL7 yang dilengkapi sunroof atau sistem navigasi.

Fitur keselamatan standarnya antara lain rem anti-terkunci yang semuanya cakram, airbag di tirai samping dan sistem stabilitas elektronik. Posisi duduk di baris kedua dilengkapi sepasang tali sabuk pengaman untuk kursi anak yang berkancing dan tali sabuk pengaman yang digantungkan di atas.

Sistem

Setelah mengulas tentang banyak SUV, saya melakukan test drive Hyundai Santa Fe dan Suzuki XL7. Kedua-dua ini bagus tapi mobil XL7 rasanya lebih bagus di kondisi jalan yang kurang bagus. Dengan ruang bagasinya yang lebih panjang, mudah menyimpan alat ski cross country dan perangkat lainnya.

Saya sudah mengendarai mobil ini selama 5 bulan dalam kondisi musim hujan terburuk yang pernah saya alami selama bertahun-tahun ini dan semua ekspektasi saya sudah dilewatinya. Kinerja sistem AWD-nya sangat bagus ketika terjadi hujan yang lebat. 

Kontrol Traksi dan Sistem Kontrol Stabilitasnya sanggup menjaga saya tetap terlindungi dan fokus di jalan saat badai es menerjang. Saya memang mematikan kontrol-kontrol itu ketika melewati salju yang sangat tebal agar sistem AWD-nya lebih efektif.

XL7 tidak dilengkapi spion luar yang bisa dipanaskan dan, karena kemampuannya dalam kondisi musim dingin, ini kelalaian dari pihak Suzuki. Tapi kursinya yang 3 baris itu mungkin yang terbaik untuk SUV berukuran sedang.

Kekurangan Suzuki XL7

Eksterior

Dari samping dan belakang, XL7 kelihatan agak berat di bagian atas dan kurang cocok dengan bagian depannya. SUV ini ditawarkan dengan roda alloy berukuran 16 atau 17 inci, tapi velg-nya yang 16 inci jelas terlihat kecil dibandingkan ukuran body-nya yang besar.

Interior

Di model yang saya tes, tercium bau menyengat mobil baru, sampai-sampai terkadang saya merasa enggan memegang setirnya, tapi mungkin bau ini akan menghilang seiring waktu berjalan. Sebagian besar bagian di dasbornya terpasang kuat, dan sisipan di dasbor berwarna perak itu tidak terlihat jelek sedikit pun. bagian kayu imitasinya opsional.

Baris ketiga di XL7’s agak sempit; orang dewasa yang bertubuh kecil dan anak-anak tentu tidak akan kesulitan, tapi cuma mereka yang tidak akan mengalami masalah. Satu lagi keluhan saya adalah sandaran punggung di kursi tengahnya tidak nyaman.

Mesin

Saya membeli mobil Suzuki tahun 2008 ketika umurnya hampir setahun. Jarak yang ditempuh mobil itu sudah mencapai sekitar 25,000 mil. Saya harus memiliki mobil itu, karena tampilannya keren habis, dengan harga terjangkau. Mobil ini harganya lumayan mahal untuk saya! Semua serba salah. Timing chain-nya diganti- setidaknya, toh jaminannya masih berlaku.

Penutup katup di ban yang mencantumkan tekanan ban itu rusak, biaya mengganti keempat ban tersebut mencapai Rp 20 juta. Pegangan pintu belakangnya selalu patah. Berkali-kali diganti. Sekarang pintu belakang itu malah tidak bisa dibuka. Kadang-kadang, ketika saya menyetir, pintunya terbuka sendiri. Terpaksa harus turun mesin 1,5 tahun lalu, saya bawa ke dealer Suzuki- yang paling dekat jaraknya sekitar satu jam perjalanan. Mereka butuh waktu lebih dari dua bulan untuk memperbaikinya. Saya hanya memasang transmisi bekas- biayanya Rp 32 jutaan.

Saya sudah berencana untuk melepasnya kalau sudah penggantinya sudah ada, tapi dia susak LAGI. Sekarang kedengaran suara yang berisik sekali, terus semua lampu berkedip-kedip, lalu mati. Ada masalah dengan kontrol traksinya. Semua lampu di dasbor menyala.

Keseluruhan

Bahkan untuk pengemudi yang tidak akan pernah membeli mobil van kecil, XL7 bersaing ketat di segmen SUV. Tapi, kalau mobil ini disesuaikan dengan kondisi jalanan di Indonesia, pasti akan lebih cocok di pasar Indonesia daripada pendahulunya. 

Akan menarik untuk menunggu respons pasar Indonesia terhadap XL7 ini kalau sudah hadir di tahun 2020.

Suzuki XL7
Suzuki XL7