Punya Pesona Terbaru, Mitsubishi Xpander Cross 2020 siap diluncur tahun 2020

Bagaimanakah penampilan Mitsubishi Xpander Cross 2020 ini? 

Penjualan Mitsubishi Xpander di tahun 2019 mencapai angka 5.000 unit di setiap bulannya. Sedangkan Mitsubishi Xpander Cross dengan penampilannya yang memukau berhasil dalam waktu 2.5 bulan sudah hampir mencapai angka 4.000 unit. 

Dari hasil penjualan itu, Imam mengatakan bahwa itu sesuai dengan ekspetasi!

Spesifikasi Mitsubishi Xpander Cross

Eksterior

Mitsubishi Xpander Cross kini tampil dengan lampu fender hitam yang besar. Di bagian atas mobilnya, mobil ini dilengkapi roof rail yang membuatnya tampak lebih luwes dan juga sekaligus menonjolkan SUV-nya. 

Selain ketinggiannya yang bertambah 20 mm. Xpander Cross juga dilapisi plastik hitam di bagian depan, belakang, samping dan lengkungan ban agar terlihat lebih garang. 

Interior 

Di bagian dalam, tidak banyak yang berubah dibandingkan saudaranya, Mitsubishi Xpander, yang versi MPV, tapi Xpander Cross jelas mendapatkan sentuhan kemewahan, berkat skema interior dua warna, yaitu hitam dan cokelat.

Keamanan dan Keselamatan Mobil

Berikut adalah fitur keselamatan dari Mobil Mitsubishi Xpander Cross 2020:

  • Airbag Penumpang Depan

  • Child Safety Locks

  • Kantong Udara Pengemudi

  • Anti Lock Braking System

  • Brake Assist

  • EBD (Electronic Brake Distribution)

  • Vehicle Stability Control System

  • Sabuk Pengaman Belakang

  • Pengingat Pemakaian Sabuk Pengaman

  • Spion Tengah Lipat

  • Kamera Belakang

  • Sensor Parkir

  • Crash Sensor

  • Engine Check Warning

  • Pelindung Benturan Depan

  • Pelindung Benturan Samping

  • Pengingat Pintu Terbuka

  • Kontrol Traksi

Untuk Harga Mitsubishi Xpander Cross tipe AT, dibanderol dengan harga Rp 277 jutaan. Untuk versi yang lebih premium, Leather Seat Package dilego dengan harga Rp 286 jutaan. Sedangkan harga Toyota Rush TRD AT dibanderol dengan harga Rp 265 jutaan.

Jika dilihat dari harga mobil, Mitsubishi Xpander Cross memang lebih mahal daripada Toyota Rush. Meskipun begitu, fitur lengkap yang ditawarkan Xpander Cross menjadikannya pantas menduduki posisi itu.

Berikut beberapa perbandingan dari Mitsubishi Xpander Cross dan Toyota Rush. 

Mitsubishi Xpander Cross VS Toyota Rush

1. Perbandingan Eksterior

Mitsubishi Xpander Cross tampil semakin berotot. Glillernya dihiasi dengan cat kromium hitam. Overfender, body moulding dan roof rail mobil ini menunjukkan aksentuasi karakter SUV. Pencahayaan bagian depan dan belakang telah memakai LED. Spion pada mobil juga elektrik. 

Toyota Rush TRD mempunyai tampilan luar yang hampir serupa dengan Xpander Cross. Bagian depan berwarna hitam, overfender memakai plastik gelap berpadu side skirt. Bumper depan yang dimiliki berkelir silver. Sorot lampu depan sudah memakai LED, fog lamp dan DRL. 

Ground clearance dari Mobil Mitsubishi Xpander Cross ini meningkat dari 200 mm menjadi 225 mm dan pelek dari mobil ini berukuran 17 inci. Sedangkan ground clearance yang dimiliki Toyota Rush ini adalah 225 mm dan pelek menggunakan dual tone 16 inci. 

Jika dilihat dari perbandingan luaran kedua mobil ini, bentuk Mitsubishi Xpander lebih besar daripada Toyota Rush.

2. Perbandingan Interior

Perbedaan yang terlihat dari interior dari kedua mobil ini adalah pengaturan AC. Toyota Rush memiliki AC dengan teknologi digital dan climate control. Sedangkan Mitsubishi Xpander Cross yang meskipun sudah double blower, tetapi tidak dengan teknologi digital

Perbedaan lainnya adalah pada arah setiran. Mitsubishi Xpander Cross memiliki pengaturan setir ke empat arah, sedangkan Toyota Rush hanya ke dua arah saja.

3. Perbandigan Mesin dan Transmisi

Toyota Rush memiliki mesin 2NR Dual VVT-I DOHC 1.5L. Resultan pembakaran yang memberikan daya 104 Ps pada 6.000 rpm dan juga punter maksimal 134 Nm pada 4.200 rpm. Mobil ini menggunakan transmisi manual 5-speed dan 4-speed ke roda belakang.

Mitsubishi Xpander Cross memiliki mesin MIVEC 1.5L. Resultan pembakaran yang memberikan daya 105 Ps pada 6.000 rpm dan juga punter maksimal 141 Nm pada 4.000 rpm. Mobil ini menggunakan transmisi manual 5-speed atau matik 4-speed ke roda depan.

Soal kapasitas penggerak roda depan atau belakang inilah yang menjadi ‘perang’ antar produsennya. Mobil gerak belakang lebih berat bobotnya dan ini berimbas terhadap konsumsi BBM. 

Sedangkan mobil gerak depan mempunyai sistem penyalur daya yang lebih kompleks karena selain menggerakkan mobil, ban depan juga berfungsi sebagai pengarah. 

Alasan lainnya adalah karena mobil penggerak belakang biasanya memiliki bonggol di tengah lantai, sehingga mengganggu ruang gerak bagi penumpang di baris kedua. 

Pada Toyota Rush, desain interiornya dibuat semaksimal mungkin agar bonggol ini tidak terlalu mengganggu, tapi sayangnya masih saja terlihat.

Pengalaman Pengemudi Mitsubishi Xpander Cross 

Mitsubishi Xpander Cross memiliki transmisi matik dan juga manual. Jika dilihat dari luar, tampilan Mitsubishi Xpander Cross tidak terlihat banyak perbedaan dari generasi sebelumnya. Hanya saja Xpander Cross transmisi manual ini berwarna hitam. 

Bagian kabin dari mobil ini membuat saya merasa seperti mobil balap. Ditambah dengan perjalanan yang saya tempuh terbilang panjang dan lama, sehingga memaksimalkan performa mobil Xpander Cross ini. 

Dalam hal menyalip truk di perjalanan, mobil ini dapat melakukannya dengan mudah ketimbang versi matiknya. Menurut saya sebenarnya sama saja, tergantung dari si pengemudinya. Banyak yang mengatakan bahwa versi matik lebih lambat. Padahal setelah ditelusuri, versi matiknya terbilang cukup kencang juga.

Mungkin ada beberapa orang yang mengira bahwa mesin dari mobil Mitsubishi Xpander Cross bertipe manual ini memiliki perbedaan dengan versi matiknya. Sesungguhnya tidak ada perbedaan di bagian mesinnya, yang berbeda hanya di bagian transmisinya. 

Mitsubishi Xpander Cross dilengkapi dengan mesin 1.4L dan 4 silinder, baik dalam versi transmisi manual ataupun otomatisnya. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa Xpander Cross tipe manual ini dikatakan lebih bertenaga dibandingkan dengan versi matiknya

Yang pertama, di bagian transmisi. Transmisi yang dimiliki oleh tipe manual ini memiliki jumlah gigi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan versi matiknya. Dengan begitu, jarak antar komponen dalam girboks semakin rapat dan lebih cepat untuk berpindah persneling.

Yang kedua, karakter transmisi matik yang memang sudah seperti itu. Mitsubishi Xpander Cross sendiri bukan memakai CVT, tetapi memakai girboks matik konvensional dengan torque converter. 

Sudah memakai torque conventer tapi masih saja lambat. Alasan dibalik itu adalah karena bobot dari Xpander Cross bisa dikatakan cukup berat, sehingga mesin dikira lemot. 

Karakter mesin dan transmisi dari Mitsubishi Xpander Cross versi matik tidak terlalu agresif dibandingkan kompetitornya.

Saya merasa cukup menikmati pada saat mengemudi Xpander Cross transmisi manual ini sepanjang perjalanan saya. Di sebelah kiri kopling terdapat ruang kaki yang bisa digunakan untuk beristirahat. 

Handling dan suspensi dari mobil Xpander Cross 2020 ini lebih menarik dibandingkan dengan Xpander versi MPV. Hal ini dikarenakan pengaturan dan komponen yang berbeda pada kaki-kaki dari Xpander versi MPV dan juga Xpander Cross.

Mitsubishi Xpander Cross 2020
Mitsubishi Xpander Cross 2020